Tips & Trik

Waspada! Ancaman Spam Call dari Nomor Modus Makin Mengganas di Indonesia

Dexop.com – Di era digital yang semakin terkoneksi, Spam Call dari nomor modus telah berubah menjadi salah satu ancaman serius yang mengintai pengguna ponsel di Indonesia. Fenomena ini bukan sekadar gangguan komunikasi, tetapi menjadi pintu masuk bagi berbagai tindak penipuan, mulai dari pencurian data pribadi hingga kerugian finansial yang signifikan.

Menurut data terbaru dari Kominfo dan berbagai penyedia layanan keamanan digital, Spam Call di Indonesia mengalami lonjakan tajam dalam dua tahun terakhir. Para pelaku memanfaatkan teknologi dan teknik social engineering untuk memanipulasi korban, sering kali menyamar sebagai pihak bank, layanan pelanggan e-commerce, atau bahkan lembaga pemerintah.

Lonjakan Spam Call di Indonesia: Data Terkini

Fenomena Spam Call kini berada pada titik yang mengkhawatirkan.

  • 2023: Tercatat 17 juta laporan Spam Call dari berbagai operator.
  • 2024: Angka melonjak 38{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} menjadi 23 juta laporan.
  • 2025 (Semester 1): Sudah ada 13 juta laporan Spam Call, yang diprediksi akan memecahkan rekor tahun sebelumnya.

Laporan Truecaller Insight Report 2025 menempatkan Indonesia di peringkat 10 besar dunia untuk jumlah Spam Call terbanyak, dengan rata-rata 15–18 panggilan spam per pengguna per bulan.

Spam Call dari Nomor Modus Makin Mengganas di Indonesia

Mengapa Spam Call Begitu Berbahaya?

Spam Call tidak hanya mengganggu, tetapi juga memiliki potensi risiko besar bagi korban. Ada tiga bahaya utama yang paling sering terjadi:

1. Pencurian Data Pribadi

Melalui Spam Call, pelaku berusaha mengorek informasi sensitif seperti:

  • Nama lengkap dan alamat
  • Nomor KTP atau NPWP
  • Detail rekening bank
  • Email dan kata sandi

Data ini kemudian dijual di pasar gelap (dark web) atau digunakan untuk membobol akun korban.

2. Kerugian Finansial

Banyak korban Spam Call terjebak pada modus hadiah palsu atau ancaman tagihan fiktif. Korban diminta mentransfer sejumlah uang untuk biaya administrasi atau pajak hadiah yang tidak pernah ada.

3. Dampak Psikologis

Panggilan Spam Call berulang kali, apalagi dengan nada ancaman, bisa memicu rasa cemas, stres, dan trauma jangka panjang.

Modus Spam Call yang Paling Sering Digunakan

Analisis laporan Kominfo menunjukkan bahwa para pelaku Spam Call di Indonesia umumnya menggunakan modus berikut:

  1. Hadiah Undian Palsu
    Pelaku mengaku dari perusahaan terkenal, menawarkan hadiah undian, tetapi meminta biaya administrasi.
  2. Akun Diblokir atau Tagihan Palsu
    Mengaku dari bank atau operator seluler, mengancam akan memblokir akun atau menagih hutang yang tidak ada.
  3. Phishing OTP
    Meminta kode OTP untuk alasan keamanan, lalu menggunakannya untuk membobol akun korban.
  4. Impersonasi Pejabat
    Menyamar sebagai polisi atau pejabat pemerintah untuk menakut-nakuti korban.
  5. Modus E-commerce
    Mengaku dari layanan pengiriman, mengklaim ada masalah pada paket, dan meminta data pribadi.

Kisah Nyata Korban Spam Call

Pada Mei 2025, seorang pegawai swasta di Surabaya, Rina (34), menjadi korban Spam Call. Ia menerima panggilan dari seseorang yang mengaku pegawai bank, mengklaim ada transaksi mencurigakan di rekeningnya. Penelepon meyakinkan Rina untuk memberikan kode OTP “demi keamanan”.

“Suaranya sangat meyakinkan, bahkan tahu nama dan nomor rekening saya,” kata Rina.
“Saya pikir ini panggilan resmi, ternyata penipuan.”

Hanya dalam hitungan menit, rekeningnya terkuras Rp25 juta.

Langkah Efektif Mencegah Spam Call

1. Gunakan Fitur Blokir Otomatis

Aktifkan filter Spam Call di pengaturan ponsel atau gunakan aplikasi pihak ketiga seperti Truecaller atau Hiya.

2. Jangan Angkat Nomor Asing

Jika tidak mengenali nomor, biarkan panggilan terlewat. Cari nomor tersebut di internet sebelum memutuskan untuk membalas.

3. Laporkan Nomor Modus

Laporkan nomor Spam Call ke operator atau kanal resmi Kominfo melalui situs aduankonten.id.

4. Edukasi Keluarga

Ajarkan anggota keluarga, terutama lansia, untuk tidak memberikan data pribadi atau kode OTP melalui telepon.

5. Simpan Nomor Resmi

Pastikan Anda menyimpan nomor call center resmi bank, operator, dan layanan penting lainnya.

Jika Sudah Menjadi Korban Spam Call

  1. Blokir Nomor Penipu agar pelaku tidak menghubungi lagi.
  2. Laporkan ke Polisi dengan bukti rekaman panggilan atau pesan.
  3. Hubungi Bank untuk memblokir sementara rekening atau kartu.
  4. Ganti Password dan PIN semua akun yang berisiko.

Upaya Pemerintah dan Operator Melawan Spam Call

Kominfo telah memblokir lebih dari 1,2 juta nomor Spam Call hingga Juli 2025. Operator seluler juga mulai menggunakan sistem deteksi dini untuk memfilter panggilan mencurigakan.

Menurut Andi Pratama, pakar keamanan siber CyberSec Indonesia:

“Teknologi filter bisa membantu, tapi kesadaran masyarakat jauh lebih penting. Penipu akan terus berinovasi mencari celah.”

Tren Spam Call di Masa Depan

Para analis memprediksi Spam Call akan semakin canggih:

  • Menggunakan AI voice cloning untuk meniru suara orang terdekat korban.
  • Menggabungkan panggilan dan pesan instan untuk menambah kredibilitas.
  • Menargetkan korban berdasarkan kebocoran data massal.

Kesimpulan

Spam Call adalah ancaman nyata yang tidak boleh diremehkan. Dengan memahami modus, risiko, dan langkah pencegahan, kita bisa melindungi diri dari kerugian yang lebih besar.

  • Jangan pernah membagikan OTP atau data pribadi melalui telepon.
  • Gunakan fitur blokir otomatis untuk menghindari panggilan mencurigakan.
  • Laporkan setiap Spam Call agar pelaku tidak terus memakan korban baru.

Keamanan digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak di era informasi ini.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button